antoimoet85

Rahasia Biar Ban Drag Bike Lebih Mengigit

In TIPS BERMANFAAT on 23 Januari 2012 at 19:11


Dioles bensol atau bensin
Drag bike adalah balap yang mengutamakan catatan waktu. Sampai seperseratus detik angkanya bisa kelihatan. Dipastikan faktor penggunaan ban sangat menentukan catatan waktu yang memang ketat sekali .

Paling utama tentu memilih ban yang digunakan lebih dulu. Paling krusial ban belakang karena power mesin disalurkan lewat cengkraman karet bundar bagian belakang ini. Jadi, memang benar diperlukan ban yang menggigit.

Menurut berbagai sumber paling bagus untuk saat ini menggunakan ban IRC Eat My Dust. Ban yang dikeluarkan dari pabrikan IRC Thailand ini memang mahal. Tapi, hasilnya sangat paten karena bukan saja kembangnya yang bagus, tapi compound sangat lunak dan memang compund racing.

Pilihan kedua merek HUT atau Vee Rubber. Ini sih hampir setara ban drag lokal yang banyak di pasaran. Hanya kompon saja yang lunak, tapi belum termasuk compound racing, hal ini  direkomendasikan hanya untuk dipakai untuk ban depan.

Untuk itu, buat ban belakang lebih bagus tetap gunakan IRC Eat My Dust. Bagian yang menapak ke aspal juga benar-benar mendukung untuk mengurangi gejala selip,

Namun bukan berarti menggunakan ban IRC Eat My Dust sudah langsung bisa start. Tetap harus butuh perlakukan khusus. Miekeel biasanya pasang tire warmer atau pemanas ban untuk menjaga suhu ban tetap stabil.

Selain itu, ketika mau race juga ada trik khusus yang mantap dilakukan. Permukaan ban yang menapak ke aspal dilumuri bensol. Maksudnya adalah agar karet jadi lunak dan lebih dari soft compound.

Namun supaya tidak licin yang bisa bikin catatan waktu molor, permukaan ban juga harus dibuat sedikit lebih panas. Caranya bisa dengan dibawa burn out. Baru deh bisa langsung start. Wussss…

Balancer Kruk As, Bobot Sesuai Trek

In INFO MOTOR on 23 Januari 2012 at 19:01

Percuma! Mesin sudah kencang tapi tidak mengatur ulang balancer atau bandul di kruk as. Power yang dihasilkan tidak bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk memutar roda.

Balancer di motor 4-tak berfungsi sebagai pelontar atau bahasa kerennya torsi. Di bebek standar, balancer sekaligus sebagai rumah kopling sentrifugal. Beratnya 1,4 sampai 1,5 kg.

Kalau di mobil, balancer sama seperti fly wheel. Mekanik lokal biasa menyebut roda gendeng atau roda gila. Apapun istilahnya, yang penting mekaniknya tidak gila. Setuju..!

Kalau di motor bebek balap, sentrifugal yang disebut sebagai fly wheel bobotnya harus diatur ulang. Di motor standar memang sangat berat antara 1,4 sampai 1,6 kg. Karena motor harian dipakai untuk menanjak dan kadang juga menemukan trek yang sangat panjang.

Di motor balap, seperti di pacuan Asep ‘Kancil’ Maulana dari Yamaha SND KYT FDR yang juara MP1 dan MP2. Di MotoPrix Seri IX lalu di sirkuit Subang, menggunakan balancer 300 gram. Memang sangat enteng karena Asep punya bobot yang ringan. Juga dipengaruhi waktu tutup klep isap yang mencapai 65º setelah TMB atau Titik Mati Bawah.

Karena menutup terlambat dan kompresi hanya bermain di angka 13-an, balancer harus dibuat ringan. Termasuk menggunakan magnet YZ supaya enteng.

Di motor Asep, balancer enteng untuk mengimbangi kompresi rendah. Supaya putaran mesin enteng dan mudah berakselerasi. Juga karena sirkuit Subang yang semua treknya pendek.

Jadi, bobot balancer ada hubungan yang saling berkaitan antara seting mesin, bobot joki dan rasio yang digunakan. Juga termasuk trek sirkuit yang dilalui.


Buat Supra X 125 (besar) dan Blade (kecil)

Makin enteng, akan dibutuhkan bobot balancer yang ringan. Bagitu juga kalau trek lurusnya sangat panjang, butuh balancer yang berat. Agar top-speed bisa maksimal dibantu lontaran balancer itu.

Rumah Kopling 6 Pegas Lebih Rata dan Menggigit

In INFO MOTOR on 23 Januari 2012 at 18:51

 

Ini spesial buat mereka yang doyan ngencengin motor. Dari yang sekadar korek harian sampe balap, pasti ngerti kalau tenaga besar hasil ledakan di ruang bakar jadi percuma jika gak sampai ke roda belakang.

Gara-gara selip kopling misalnya. Obat paling mujarab ya ganti konstruksi kopling dengan jumlah pegas lebih banyak. Ya, macam produk asal Malaysia berlabel SYS ini. Awal tahun saat event MotoPrix Banten, beredar kopling per 6 buat Yamaha Jupiter. Kini sudah tersedia produk untuk Yamaha New Jupiter/Vega ZR dan Honda Blade atau Absolute Revo.

Jumlah pegas kopling yang lebih banyak membuat tekanan pegas ke kampas kopling jadi lebih merata. Jelas gigitan kampas makin pakem, anti selip.

Dengan pegas kopling lebih banyak, hasilnya tidak sekadar sama dengan pegas kopling pasang yang lebih kaku. Jumlah pegas lebih banyak juga unggul di soal distribusi tekanan pegas. Jelas lebih merata. Terbukti lebih unggul untuk rpm tinggi.

Tambahan lagi, Jika hanya pegas yang dipasang lebih kaku, tuas kopling bakal terasa sangat kaku ketika ditarik. Berat untuk tangan, bikin cepat pegal hingga keram. Di road race, bisa kurangi konsentrasi pembalap.


Beda jika jumlah pegas kopling yang ditambah. Pegas tidak perlu terlalu kaku untuk menambah kekuatan gigitan kampas. Jadi, tangan tidak perlu susah menarik tuas kopling,
Soal produk Jupiter-Z, paket bermerek SYS ini terdiri dari center clutch atau bosh kopling, clutch pressure plate, dan per. Harganya di kisaran Rp 350 ribu.

Khusus soal kopling per 6 buat New Jupiter-Z dan Blade, paket kopling per 6 ini masih ditambahkan clutch house juga kampas dan pelat kopling.

Itu karena konstruksi kopling bawaan New Jupiter-Z dan Blade menggunakan pegas diafragma. Perbedaan itulah yang menuntut part kopling diganti total.

Pegas diafragma sebenarnya bagus, tapi dengan jumlah kampas kopling yang hanya 2 lembar jelas tidak mampu jika tenaga sudah jauh bertambah. Lagipula di pasaran belum ada pegas diafragma aftermarket spek racing.

Sayangnya, karena jumlah part bertambah, harganya pun jadi lebih tinggi ketimbang paket buat Jupiter-Z. Kalau buat New Jupiter-Z atau Blade dijual Rp 450 ribu.

Oh ya, soal kampas kopling buat paket kopling New Jupiter-Z dan Blade ini persis dengan milik MX atau Karisma.

Gimana, mau kopling lebih menggigit atau keram tangan?